Sistem Full Day School, Lebih Baik atau Buruk Bagi Anak

Memilih sekolah untuk anak bukan hanya soal lokasi, biaya, atau metode pembelajaran. Orang tua juga perlu mempertimbangkan durasi anak berada di sekolah. Salah satu pilihan yang banyak ditemui adalah sistem full day school, yaitu kegiatan sekolah dengan waktu yang lebih panjang dibandingkan sekilah dengan jadwal setengah hari.

Bagi sebagian keluarga, durasi sekolah yang panjang dapat membantu menyesuaikan aktivitas anak dengan kesibukan orang tua. Anak juga dapat mengikuti lebih banyak kegiatan di lingkungan sekolah. Namun, semakin lama anak berada di sekolah bukan berarti selalu semakin baik.

Yang lebih penting adalah bagaimana waktu tersebut digunakan. Anak tetap membutuhkan kesempatan untuk belajar, bermain, beristirahat, bersosialisasi, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Apa Itu Full Day School?

Secara sederhana, full day school merupakan sistem sekolah dengan durasi kegiatan yang lebih panjang dalam satu hari. Konsep ini tidak berarti anak belajar secara terus-menerus dari pagi sampai sore tanpa jeda.

Dalam sistem yang dirancang dengan baik, waktu anak di sekolah dapat diisi dengan berbagai aktivitas, seperti pembelajaran, bermain, kegiatan sosial, seni, olahraga, maupun kegiatan pengembangan karakter. Hello sehat juga menjelaskan bahwa konsep sekolah dengan durasi panjang dapat mencakup kegiatan pembelajaran dan aktivitas pendukung lainnya, bukan hanya pembelajaran akademis.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat berapa lama anak berada di sekolah, tetapi juga melihat apa yang dilakukan anak selama berada di sekolah.

Kelebihan Full Day School untuk Anak

1. Anak Memiliki Lebih Banyak waktu untuk Beraktivitas

Durasi sekolah yang lebih panjang memungkinkan sekolah menyediakan berbagai aktivitas tambahan di luar pembelajarab utama.

Anak dapat memperoleh pengalaman melalui kegiatan seni, olahraga, eksplorasi, permainan, kegiatan sosial, hingga pembiasaan karakter.

jika dirancang sesuai kebutuhan anak, waktu tambahan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan.

2. Aktivitas Anak Lebih Terarah

Bagi orang tua yang memiliki kerja hingga sore, sekolah dengan durasi lebih panjang dapat membantu memberikan lingkungan yang terstruktur bagi anak selama orang tua bekerja.

Anak tetap berada dalam lingkungan yang didampingi guru dan dapat mengikuti kegiatan yang sudah dirancang oleh sekolah.

Namun, struktur kegiatan tetap perlu disesuaikan dengan usia anak agar tidak membuat mereka terlalu lelah.

Namun, struktur kegiatan tetap perlu disesuaikan dengan usia anak agar tidak membuat mereka terlalu lelah.

3. Anak Memiliki Kesempatan Mengembangkan Keterampilan Nonakademik

Pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Aktivitas seperti bermain bersama teman, membuat karya, mengikuti kegiatan kelompok, atau melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari dapat membantu anak mengembangkan kemampuan sosial, emosional, motorik dan kemandirian.

Aktivitas seperti bermain bersama teman, membuat karya, mengikuti kegiatan kelompok, atau melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari dapat membantu anak mengembangkan kemampuan sosial, emosional, motorik, dan kemandirian. Inilah yang perlu diperhatikan orang tua ketika memilih full day school untuk anak.

Tantangan Full Day School untuk Anak

Meskipun memiliki beberapa kelebihan, durasi sekolah yang panjang juga memiliki tantangan.

1. Anak Bisa Kehilangan Waktu Bermain dan Beristirahat

Anak usia dini membutuhkan waktu untuk bermain dan beristirahat. Jika setelah pulang sekolah anak masih memiliki jadwal les, kegiatan tambahan, atau aktivitas yang padat, waktu istirahatnya dapat semakin berkurang.

Hello Sehat juga menyoroti bahwa jadwal sekolah yang panjang dapat menjadi masalah ketika waktu tidur, makan, dan bermain anak tidak mendapatkan perhatian yang cukup.

Karena itu, orang tua perlu melihat keseluruhan rutinitas anak, bukan hanya jam sekolah.

2. Anak Bisa Mengalami Kelelahan

Setiap anak memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda. Ada anak yang mampu mengikuti aktivitas panjang dengan baik, tetapi ada pula yang membutuhkan lebih banyak waktu istirahat.

Jika aktivitas terlalu padat dan tidak memberikan jeda yang cukup, anak dapat merasa lelah atau kehilangan minat mengikuti kegiatan.

Sekolah yang baik perlu memperhatikan ritme anak dan memberikan waktu istirahat yang memadai.

3. Waktu Bersama Keluarga Bisa Berkurang

Anak tetap membutuhkan hubungan yang dekat dengan orang tua. Waktu bersama keluarga menjadi kesempatan bagi anak untuk bercerita, bermain, berkomunikasi, dan mendapatkan perhatian.

Karena itu, sekolah dengan durasi panjang sebaiknya tetap diimbangi dengan quality time bersama keluarga di rumah.

Tidak harus selalu berupa aktivitas khusus. Makan bersama, membaca buku sebelum tidur, berbicara tentang kegiatan anak hari itu, atau sekadar bermain bersama dapat menjadi momen yang berarti.

Apakah Full Day School Cocok untuk Semua Anak?

Jawabannya belum tentu. Kebutuhan setiap anak berbeda. Orang tua perlu mempertimbangkan usia, karakter, kemampuan beradaptasi, kebutuhan istirahat, serta kemampuan anak mengikuti rutinitas sebelum memilih sekolah dengan durasi panjang.

Untuk anak usia dini, pertanyaan yang lebih penting bukan: “Berapa lama anak berada di sekolah?” Tetapi: “Bagaimana kualitas pengalaman anak selama berada di sekolah?” Apakah anak memiliki waktu bermain?, Apakah anak mendapatkan kesempatan bergerak?, Apakah tersedia waktu istirahat?, Apakah aktivitas sesuai dengan usia anak?, Apakah anak merasa aman dan nyaman?, Apakah pembelajaran tidak hanya berfokus pada akademik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu orang tua melihat sekolah secara lebih menyeluruh.

Full Day School yang Ramah Anak

Durasi sekolah yang panjang seharusnya tidak membuat masa kanak-kanak menjadi penuh tekanan.

Sekolah perlu menciptakan keseimbangan antara belajar, bermain, bergerak, beristirahat, dan bersosialisasi.

Pendekatan Montessori dapat menjadi salah satu contoh bagaimana lingkungan belajar dapat dirancang agar anak tetap aktif dan terlibat dalam pembelajaran. Anak diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas secara langsung, mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan kemandirian, serta belajar sesuai tahap perkembangannya.

Dengan demikian, waktu yang panjang di sekolah tidak harus berarti anak terus-menerus duduk belajar.

Anak dapat belajar melalui aktivitas hands-on, kegiatan kehidupan sehari-hari, eksplorasi, seni, bermain, maupun interaksi bersama teman.

Apa yang Perlu Ditanyakan Orang Tua Sebelum Memilih Full Day School?

Sebelum mendaftarkan anak, orang tua dapat melakukan observasi atau school visit. Jangan ragu untuk menanyakan beberapa hal berikut:

  • Berapa lama anak berada di sekolah setiap hari?
  • Bagaimana pembagian waktu belajar dan bermain?
  • Kapan anak mendapatkan waktu istirahat?
  • Apakah tersedia kegiatan fisik dan aktivitas luar ruangan?
  • Bagaimana sekolah menangani anak yang kelelahan atau membutuhkan waktu tenang?
  • Apakah kegiatan disesuaikan dengan usia anak?
  • Bagaimana komunikasi guru dengan orang tua?
  • Apa saja aktivitas yang dilakukan anak selama sehari?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan membantu orang tua mengetahui apakah sekolah benar-benar memperhatikan kebutuhan anak.

Full Day School di KB/TK Alifa Muslim Montessori

Di KB/TK Alifa Muslim Montessori, durasi anak berada di sekolah tidak hanya dipandang sebagai waktu untuk kegiatan akademik. Anak mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman, beraktivitas secara mandiri, berinteraksi dengan teman, serta mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan mereka.

Bagi orang tua yang membutuhkan layanan dengan waktu lebih panjang, Alifa juga menyediakan program Daycare, sehingga kebutuhan keluarga dapat disesuaikan dengan pilihan layanan yang tersedia.

Yang terpenting, anak tetap mendapatkan lingkungan yang mendukung proses tumbuh dan belajar sesuai tahap perkembangannya.

Kesimpulan

Full day school untuk anak memiliki kelebihan sekaligus tantangan. Durasi sekolah yang lebih panjang dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk mengikuti lebih banyak aktivitas dan membantu keluarga dengan kebutuhan waktu tertentu.

Namun, orang tua tetap perlu memastikan bahwa panjangnya waktu di sekolah diimbangi dengan aktivitas yang sesuai usia, waktu bermain, istirahat, makan, interaksi sosial, dan kesempatan untuk bersama keluarga.

Jadi, jangan memilih sekolah hanya berdasarkan berapa lama anak berada di sekolah. Perhatikan juga bagaimana sekolah menggunakan waktu tersebut untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Karena sekolah yang baik bukan tentang membuat anak sibuk sepanjang hari, tetapi tentang menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, aman, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Related Post

Leave a Comment