Toilet Training

Tips Montessori untuk Toilet Training

Salah satu tantangan yang dihadapi orang tua ketika anaknya sudah bertambah umur dan harus lepas dari popok adalah toilet training.

Buat orang dewasa, mungkin gampang ya, tinggal ke toilet, buang air kecil atau buang air besar, selesai. Tapi, untuk anak-anak tentu akan berbeda, apalagi kalau baru pertama kali mencoba menggunakan toilet.

Jadi, kita sebagai orang tua harus sabar dalam mengarahkan dan mengajari anak untuk menggunakan toilet.

Kesabaran ini penting sekali karena anak tentu saja tidak langsung bisa setelah diajari satu kali saja. Perlu proses yang cukup panjang sampai akhirnya si kecil terbiasa dan sudah bisa menggunakan toilet sendiri.

Tips Montessori untuk Toilet Training

Untuk orang tua yang baru pertama kali toilet training, berikut ini ada beberapa tips atau cara menurut metode montessori yang bisa dicoba.

1. Apakah Anak Sudah Siap?

Dalam metode montessori, kita harus fokus mengamati tanda-tanda alami pada anak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa anak memang siap untuk terlibat secara sukarela ketika proses toilet training berlangsung.

Menggunakan toilet, kalau di dalam metode montessori, merupakan keterampilan hidup yang secara alami akan dilakukan oleh anak, seiring bertambahnya usia.

Kita, sebagai orang tua perlu memerhatikan perkembangan anak. Jadi, cari tahu tanda-tanda kira-kira kapan si anak sudah ingin atau mau melakukan toilet training.

Anda juga bisa mengenalkan terlebih dahulu tentang fungsi tubuh manusia. Hal ini agar ketika toilet training, si kecil sudah mengenali anggota tubuhnya sendiri.

Tapi, jangan kaitkan fungsi tubuh ini dengan perasaan negatif. Ketika Anda mengganti popok, jangan tunjukkan wajah cemberut. Hal tersebut dapat membuat anak menjadi malu tentang hal itu.

2. Lakukan Komunikasi dengan Anak

Anda bisa bisa berbicara dengan anak ketika mengganti popok. Percakapan yang bisa dilakukan seperti “popokmu sudah penuh” atau bisa dengan “ popokmu basah”.

Dengan bahasa seperti itu, Anda akan mendorong si kecil untuk komunikasi dengan efektif ketika mereka terasa buang air besar atau buang air kecil.

3. Latih Anak Buka Celana Sendiri

Ketika sudah bisa berjalan, ajarkanlah anak untuk melepaskan celananya sendiri. Dengan mengajarkan hal tersebut, anak akan belajar menurunkan celananya sendiri ketika mereka perlu menggunakan toilet nantinya.

Jika si kecil sudah bisa menggunakan kedua tangannya, itu berarti mereka siap untuk melakukan toilet training. Ajak anak Anda menggunakan tangan mereka untuk membantu tubuh mereka melakukan fungsi toilet dasar, contohnya seperti buang air kecil.

4.  Menyiapkan Lingkungan untuk Toilet Training

Dalam metode montessori, menyiapkan lingkungan yang mendukung untuk toilet trainig itu penting untuk keberhasilan pelatihan ini.

Hal pertama yang dibutuhkan adalah kursi toilet khusus untuk anak. Dengan adanya kursi khusus, maka anak akan merasa mandiri ketika menggunakan toilet.

5. Pembiasaanq

Jika Anda memang sudah berkomitmen untuk toilet training, maka hentikanlah penggunaan popok. Beralihlah ke pakaian dalam kain berbahan katun. Atau, jika masih ragu, Anda dapat menggunakan training pants (celana dalam untuk latihan).

Dengan menghentikan penggunaan popok, mereka akan dapat merasakan sensasi basah di dalam celana. Hal tersebut akan membuat si kecil mengenali tanda-tanda bahwa mereka perlu menggunakan toilet sebelum celananya basah lagi.

Tetapi, jika memang Anda lebih suka atau takut jika anak ngompol, penggunaan popok bisa dilakukan tetapi hanya di malam hari saja.

Semoga anak Anda segera dapat dengan mandiri menggunakan toilet setelah mengikuti tips montessori untuk toilet training di atas ya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Related Post

Leave a Comment