Kegiatan seni sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial anak. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak membutuhkan ruangan untuk mengekspresikan diri melalui aktivitas yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna. Salah satu media yang efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai tersebut adalah seni musik tradisional, seperti angklung.
Partisipasi dalam lomba seni bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga proses pembelajaran yang kaya pengalaman. Anak belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta keberanian tampil di depan umum. alhamdulillah, pada tanggal 8 Februari 2026 di GOR Pangukan, TK Alifa Muslim Montessori Kentungan mendapatkan amanah dua penghargaan sekaligus dalam ajang Kreasi Seni Anak Yogyakarta Angklung Festival, yaitu Juara 2 Performance dan Juara 2 Visual & Creativity untuk kategori TK Pemula Divisi 3 Klasemen B. Artikel ini bertujuan untuk membagikan proses, nilai pembelajaran, serta manfaat kegiatan tersebut bagi perkembangan anak.
Kegiatan lomba angklung ini bertujuan untuk mengembangkan potensi seni musik anak sejak usia dini melalui pengalaman tampil secara langsung di panggung. Selain itu, kegiatan ini juga melatih konsentrasi, koordinasi gerak, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Melalui proses latihan hingga tampil di perlombaan, anak belajar bertanggung jawab terhadap peran masing-masing. Mereka juga mendapatkan pengalaman berharga dalam membangun rasa percaya diri, keberanian, serta sikap sportivitas dalam berkompetisi secara sehat.

Kegiatan yang diikuti adalah Lomba Angklung dalam rangka Kreasi Seni Anak Yogyakarta Angklung Festival. Kompetisi ini di selenggarakan pada tanggal 8 Februari 2026 di GOR Pangukan.
Peserta yang mengikuti lomba adalah anak-anak kelompok TK Pemula Divisi 3 Klasemen B. Konsep penampilan menggabungkan kekompakan permainan angklung, ekspresi panggung, serta kreativitas visual yang tercermin dari kostum dan penataan formasi. Anak-anak tidak hanya memainkan alat musik secara serempak, tetapi juga menampilkan gerakan yang selaras dengan irama lagu. Penekanan kegiatan ini tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses latihan yang konsisten, menyenangkan, dan sesuai dengan prinsip Montessorir yang menumbuhkan kemandirian serta rasa percaya diri anak.
Proses kegiatan diawali dengan penyesuaian lagu dan pembagian nada angklung sesuai tema festival. Guru kemudia mengenalkan teknik dasar me
mainkan angklung, seperti cara memegang, menggoyangkan, serta menjaga tempo. Latihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari latihan per nada, kemudian digabungkan menjadi satu kesatuan lagu.
Selanjutnya, anak-anak dilatih membangun kekompakan melalui simulasi penampilan. Guru membimbing anak untuk memperhatikan aba-aba, menjaga posisi, dan menampilkan ekspresi ceria saat bermain musik. Selain latihan teknis, anak juga diberi penguatan positif agar lebih percaya diri. Menjelang hari lomba, dilakukan gladi bersih untuk memastikan kesiapan performa dan visual. Pada hari pelaksanaan di GOR Pangukan, guru mendampingi anak dengan penuh ketenangan, membantu mereka fokus dan menikmati momen tampil di atas panggung.
Kegiatan lomba angklung memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak. Secara kognitif, anak belajar mengenal konsep nada, ritme, dan pola musik. Dari sisi motorik, mereka melatih koordinasi tangan dan konsistensi gerakan saat memainkan angklung. Secara sosial, anak belajar bekerja sama, saling menunggu giliran, serta menghargai peran teman satu tim.
Secara emosional, pengalaman tampil di panggung membantu meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian. Anak juga belajar mengelola perasaan gugup dan memahami arti usaha sebelum hasil. Nilai sportivitas pun tumbuh ketika anak menyadari bahwa kompetisi adalah ajang untuk belajar dan berkembang bersama. Prestasi Juara 2 Performance dan Juara 2 Visual & Creativity menjadi bukti bahwa proses yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang membanggakan.
Prestasi yang diraih TK Alifa Muslim Montessori Kentungan merupakan amanah sekaligus motivasi untuk terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi anak. Lebih dari sekadar piala, pengalaman ini menjadi kenangan berharga yang membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kecintaan anak terhadap seni budaya.
Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi bagian dari proses pendidikan anak usia dini, sehingga mereka tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, percaya diri dan berakhlak baik. Alhamdulillah, satu langkah kecil di panggung menjadi pijakan besar untuk masa depan mereka.








