Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah metode pembelajaran yang membebaskan anak untuk berkreasi sesuai dengan apa yang mereka inginkan?
Kalau belum pernah, apakah Anda pernah den gar tentang sekolah montessori?
Mungkin pernah ya, tapi belum terlalu mendalam mempelajarinya. Maka dari itu, sekarang kita akan membahas tentang montessori dengan singkat, padat, dan jelas.
Apa Itu Montessori?

Montessori adalah salah satu metode pendidikan untuk anak yang dikembangkan oleh dr, Maria Montessori. Beliau adalah seorang dokter dan pendidik yang berasal dari Italia.
Maria Montessori menggunakan pengalamannya sebagai dokter dan ilmuwan untuk mengobservasi anak-anak. Kemudian, beliau mendesain sekolah yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak tersebut.
Misalnya, jika anak suka bergeraak, maka mereka dibebaskan untuk berekspresi bergerak dengan bebas.
Prinsip Utama Metode Montessori

Ada lima prinsip utama yang harus kita ketahui sebelum menerapkan pembelajaran menggunakan metode montessori.
1. Proses Belajar Eksperimental
Proses pembelajaran di metode montessori menggunakan materi dan alat khusus. Jadi, anak-anak akan belajar tetapi terasa seperti bermain.
Seperti misalnya ketika belajar matematika, si kecil tidak hanya belajar menghitung dengan memperhatikan papan tulis saja. Mereka akan menggunakan alat peraga sehingga membantu untuk belajar berhitung dan tidak terkesan seperti sedang belajar.
2. Guru Menyediakan Alat untuk Belajar
Di sekolah motenssori guru bertugas untuk mengamati serta mengenalkan alat peraga pelajaran pada waktu yang tepat. Jadi, guru bukan hanya berceramah mengajar di depan kelas, sementara anak-anak mendengarkan dengan diam saja.
Jika ingin menerapkan metode montessori di rumah, Anda perlu menyiapkan alata peraga untuk mengenalkan materi yang akan diajarkan.
3. Desain Lingkungan Belajar
Lingkungan atau tempat belajar metode montessori perlu didesain dan dipersiapkan secara khusus. Maksudnya, tempat untuk belajar anak-anak harus dibuat agar si kecil dapat mengeksplorasi banyak hal dan juga belajar secara mandiri.
Contohnya, di ruangan belajar, rak-rak dibuat rendah agar mudah dijangkau oleh anak-anak. Alat-alat peraga juga ditempatkan dan disusun secara rapi. Selain agar mudah diambil, menyusun alat peraga yang rapi juga membantu mengenalkan anak tentang kerapian.
Biasanya, ruang belajar didesain dengan minimalis menggunakan warna-warna kalem untuk memudahkan anak dalam berkonsentrasi.
4. Anak Dibimbing Secaraa Langsung
Setiap anak tentu berbeda-beda. Jika ada 25 anak di dalam satu kelas montessori, tentu masing-masing anak punya kemampuan belajar yang berbeda.
Sehingga, guru harus memberikan pelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan akademik dan kebutuhan masing-masing anak.
Jika Anda ingin menerapkannya di rumah, maka sebagai orangtua, kita wajib memberikan fokus dan perhatian penuh kepada anak selama proses belajar sedang berlangsung.
5. Peace Education
Peace education bisa diartikan sebagai model pendidikan yang mengajarkan kepada anak untuk dapat mengatasi masalah atau konflik yang dihadapinya tanpa menggunakan kekerasan tetapi memikirkan cara kreatif agar problem yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik.
Dalam proses pembelajarannya, kita perlu menekankan tentang tenggang rasa, saling menghargai antar sesama, saling merhormati, dan mencintai.
Prinsip pendidikan yang damai ini karena pencetus metode ini, Mariia Montessori, dulu hidup di zaman peperangan dan konflik global. Sehingga, tidak heran jika beliau menekankan pendidikan yang menekankan pada nilai-nilai perdamaian.
Jika Anda ingin mengaplikasikan metode montessori di rumah, pastikan dulu sudah memahami kelima prinsip dasar di atas. Kalau masih ada hal yang ingin ditanyakan atau kurang jelas, bisai langsung memberikan komentar di kolom yang disediakan. Atau, langsung kontak tim yang bertugas ya.








