picky eater

Picky Eater – Cara Mengatasi dan Tips Mencegahnya

Ayah dan bunda tentu bisa dibuat pusing dan bingung ketika anak tiba-tiba jadi tidak doyan makan. Mereka bahkan hanya mau makan makanan yang mereka sukai saja. Hal tersebut sungguh merepotkan dan bikin kita jadi berpikir keras agar anak mau makan.

Tapi, kenapa bisa begitu? Tenang, banyak juga kok orang tua lain yang mengalami hal tersebut. Anak yang ogah-ogahan makan biasanya disebut picky eater. Tapi ingat, walaupun banyak temannya, hal ini sangat perlu perhatian ayah bunda ya.

Apa Itu Picky Eater?

picky eater
alifamontessori.com

Picky eater adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut seorang anak yang sering tidak mau makan atau malas mencicipi makanan baru yang belum pernah dia coba. Tetapi, masih belum ada kesepakatan dari para pakar tentang definisi formal dari picky eater ini.

Merupakan Hal yang Wajar

Memilih-milih makanan ini sebenarnya bukan hanya dialami oleh anak-anak saja, orang dewasa juga dapat mengalaminya.

Entah itu terjadi pada anak-anak atau orang dewasa, jika hal ini terjadi, maka akan ada risiko bagi kesehatan orang tersebut.

Jika terjadi pada anak-anak, picky eater dapat menyebabkan terjadinya obesitas atau bisa juga kekurangan berat badan. Walaupun begitu, masih wajar kok anak di usia balita pilih-pilih makanan. Biasanya, picky eater ini akan muncul ketika anak memasuki usia 2 tahun dan akan berangsur-angsur hilang ketika mereka bertambah umur.

Jadi, ayah bunda tidak perlu terlalu khawatir hingga jadi emosian ketika si kecil pilih-pilih makanan. Anda hanya perlu mengamati perilaku anak lalu mengidentifikasi apakah ada yang ganjil atau tidak.

Melakukan pengamatan penting untuk dilakukan karena ada kemungkinan picky eating itu salah satu tandanya merupakan gangguan perilaku yang butuh penanganan lebih lanjut.

7 Macam Picky Eater

Picky eater dibedakan menjadi 7 berdasarkan perilakunya:

  1. Regresor – anak yang awalnya lahap dan memakan semua jenis makanan, tiba-tiba jadi pilih-pilih di usia tertentu.
  2. Pembenci Rasa – si kecil hanya suka makanan yang hambar, contohnya seperti susu murni, sereal gandum, unsalted butter, biskuit, dan makanan sejenis.
  3. Penyuka Minuman – anak jika disuruh makan makanan padat sangat sulit, mereka hanya mau minum jus atau susu.
  4. Perasa Tekstur – anak menolak makanan tertentu hanya karena teksturnya, misalnya seperti puding yang terlalu lembek, wortel yang terlalu keras, atau daging terlalu alot.
  5. Pemilih Bentuk – si kecil hanya mau makan makanan yang punya bentuk tertentu, contohnya sop yang dipisah antara kuah dan isian.
  6. Pemilih Warna – anak hanya mau makan hidangan dengan warna tertentu.
  7. Pemuntah – anak selalu membuat gestur seolah-olah ingin muntah dengan menutup mulutnya atau bahkan sering muntah ketika mereka makan sendiri atau disuapi.

Cara Mengatasi Picky Eater

Jika Anda mendapati anak menjadi seorang picky eater, ada beberapa cara untuk mengatasinya. Berikut ini beberapa tips agar anak menjadi doyan makan lagi:

  1. Makanlah makanan yang sama dengan anak, tapi tak perlu tambahan garam di makanannya (agar anak tidak terlalu suka makanan yang asin).
  2. Makan bersama dengan si kecil dan tunjukkan bahwa Anda juga menyukai makanan tersebut.
  3. Beri anak porsi kecil dan ucapkan pujian ketika anak mau makan walaupun hanya sedikit.
  4. Ketika anak menolak untuk makan, jangan paksa mereka memakannya. Usahakan tetap tenang, lalu ambil makanannya dan jangan ucapkan apa-apa. Anda bisa mencoba untuk memberikan makanan tersebut lain waktu.
  5. Jangan menunggu anak terlalu lapar sampai Anda memerikan mereka makanan.
  6. Sabarlah jika anak makan dengan lambat. Pastikan saja tidak ada distraksi yang akan mengganggu waktu makan mereka.
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Related Post

Leave a Comment