Anda mungkin sering mendengar isitilah sensorik dan motorik. Dua kata yang biasanya digunakan ketika kita mengamati perkembangan anak. Apakah keduanya sama? Atau dua hal yang sangat berbeda?
Ternyata, sensorik dan motorik itu berbeda lho.
Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasannya berikut ini:
Perbedaan Sensorik dan Motorik
Seperti yang disebutkan sebelumnya, antara sensorik dan motorik itu berbeda. Berikut ini penjelasan singkat tentang keduanya.
Sensorik

Bayi yang baru lahir sebenarnya sudah memiliki kemampuan sensorik dan motorik. Kemampuan sensorik merupakan keterampilan untuk menggunakan indra di tubuhnya. Contohnya seperti indra pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa, dan sentuhan.
Kemampuan sensorik akan berfungsi ketika memroses, mengenali, dan mengeksplor informasi apa pun pada saat tumbuh kembang si kecil.
Secara umum, kemampuan sensorik akan berkembang sesuai dengan usia anak. Ada 7 aspek yang dilihat dalam menilai sensorik si kecil:
- Penglihatan (vision): berhubungan dengan rangsangan pada pengelihatan.
- Pendengaran (hearing): merupakan stimulasi auditori atau rangsangan pada pendengaran.
- Penciuman (smell): stimulasi olfaktori, ada hubungannya dengan rangsangan pada penciuman dengan cara memberikan bebauan.
- Perasa (taste): berhubungan dengan indra pengecap untuk memperkenalkan rasa.
- Sentuhan (touch): bisa juga disebut dengan taktil, berhubungan dengan indra peraba yang bisa dirasakan melalui sentuhan atau tekanan.
- Keseimbangan (balance): stimulasi vestibular yang berhubungan dengan keseimbangan tubuh.
- Kesadaran tubuh terkait dengan otot dan sendi (body awarness/ propriocetion): berhubungan dengan rangsangan pada gerakan otot dan juga persendian.
Semua indra yang disebutkan di atas, saling terikat untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Hal tersebut tentu saja termasuk kecerdasan, fisik, bahasa, dan kemampuan si kecil lainnya.
Motorik

Kalau sensorik berhubungan dengan fungsi indra pada tubuh, motorik justru fokus pada koordinasi dari setiap indra tersebut.
Jadi, bisa dibilang, motorik adalah kemampuan pengendalian gerak tubuh yang melibatkan kontrol saraf, pusat saraf, dan juga otot.
Ada dua jenis kemampuan motorik, motorik kasar dan halus.
Motorik kasar adalah kemampuan pergerakan tubuh berupa koordinasi dari otot-otot besar di dalam tubuh. Contohnya seperti ketika si kecil berjalan, berlari, atau melompat.
Motoris halus merupakan kemampuan anak ketika menggerakkan anggota tubuh menggunakan otot kecil. Seperti ketika mereka memegang benda, mewarnai, menggambar, melipat kertas, dan kegiatan lainnya.
Seperti aspek perkembangan si kecil lainnya, kemampuan motorik ini juga akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia.
Misalnya, ketika masih bayi, buah hati kita hanya bisa menggapai atau mengambil mainannya saja. Tetapi, saat umurnya sudah balita, mereka bahkan sudah bisa berlari, melompat, dan bergerak lebih aktif dengan mengontrol pergerakan tubuhnya.
Permainan yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Sensorik dan Motorik
Ada beberapa permainan yang bisa Anda gunakan untuk melatih kemampuan sensorik dan motorik anak.
- Menyusun puzzle: permainan yang satu ini dapat membantu meningkatkan kemampuan anak-anak untuk menggunakan otot-otonya. Khususnya otot pada jari tangan mereka.
- Mainan dengan berbagai macam warna: mainan dengan warna yang beragam dapat digunakan untuk melatih koordinasi si kecil. Anda dapat menggunakan banyak barang, seperti kancing, balok warna, ataupun sedotan.
- Bermain pasir: bermain menggunakan pasir itu tidak mesti harus berkotor-kotoran lho. Anda dapat menggunakan pasir yang ada di taman bermain misalnya. Atau menyiapkan pasir yang memang benar-benar bersih di rumah. Atau, bisa juga dengan mengajak anak ke pantai agar mereka puas bermain pasir.








