Lingkungan Montessori

Cara Menciptakan Lingkungan Montessori di Rumah

Metode montessori merupakan salah satu cara mendidik anak yang tujuannya untuk mengembangkan potensi anak secara menyeluruh.

Montessori menekankan pada pembelajaran yang pusatnya adalah anak. Mereka akan dibebaskan memilih aktivitas belajar sesuai maunya. Anak diizinkan belajar di lingkungan teratur dan terstruktur, serta didorong agar selalu mengeksplor dan juga mengembangkan minat mereka.

Bukan hanya kemampuan individual saja, montessori juga menekankan pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional.

Lantas, apakah metode montessori hanya bisa dipelajari di sekolah montessori saja?

Ternyata tidak, kita bisa juga menerapkan metode montessori di rumah.

Cara Menciptakan Lingkungan Montessori di Rumah

1. Siapkan Lingkungan Belajar yang Mendukung

Umumnya anak-anak, tentu mereka akan lebih tertarik jika lingkungan belajarnya menyenangkan. Maka dari itu, kita harus menyiapkan sudut belajar di dalam rumah yang nyaman dan bisa menarik minat anak-anak untuk belajar.

Lengkapi juga kebutuhan belajar anak, mulai dari buku, alat tulis, pewarna, dan peralatan lainnya.

2. Berikan Kebebasan Belajar

Dalam metode montessori, anak-anak harus dibebaskan dalam belajar dan memilih aktivitas yang ingin dikerjakan sesuai dengan minat mereka. Jadi, Anda harus memberikan kesempatan pada anak untuk memilih ingin melakukan apa saat sedang belajar.

3. Mengajarkan Kemandirian

Kemandirian bisa dipupuk sejak anak masih kecil. Metode montessori juga menjadikan kemandirian sebagai salah satu prinsipnya.

Untuk melatih kemandirian, sejak dari kecil, anak harus mulai dilatih untuk melakukan tugas sehari-hari. Contohnya seperti menyapu lantai, mengemas mainan setelah digunakan, mencuci peralatan makannya sendiri, dan kegiiatan lainnya.

Dengan membiarkan anak-anak melakukan kegiatan harian tersebut, maka mereka juga dilatih untuk belajar hidup mandiri dan bertanggungjawab.

4. Fokus pada Proses, Bukan Hasil

Setiap anak itu punya potensinya masing-masing, kemampuan mereka dalam belajar dan menyerap pelajaran tentu saja berbeda juga.

Metode montessori selalu menekankan pada proses belajarnya, bukan hanya hasil yang dicapai.

Jadi, sebagai orang tua, kita jangan terlalu fokus pada hasil akhir yang didapatkan anak. Lihat proses atau aktivitas yang mereka kerjakan.. Biarkan si kecil mengeksplor hal-hal baru yang belum pernah mereka coba.

5. Libatkan Anak dalam Kegiatan Sehari-hari

Seperti yang sudah disebutkan di atas, untuk melatih kemandirian anak, maka ajarkan mereka untuk melakukan kegiatan harian.

Setelah mereka belajar dan dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik, ajak mereka untuk terlibat langsung. Bisa ajak anak untuk merapikan tempat tidur, mencuci piring, berkebun, atau hal yang paling mudah seperti membuang sampah di tempatnya.

6. Biarkan Anak Bermain di Luar Ruangan

Jangan batasi kegiatan anak hanya di dalam rumah saja. Biarkan mereka melakukan aktivitas menyenangkan seperti berlarian di luar rumah.

Dengan membiarkan anak-anak bergerak dan beraktivitas di luar ruangan, maka kemampuan motorik dan kreativitasnya juga akan terasah.

Permainan yang bisa dilakukan di luar ruangan itu ada banyak, seperti bermain bola, berlari-lari, melompati dedaunan, dan masih banyak kegiatan sederhana tapi menyenangkan lainnya.

Tentu saja, ketika anak bermain di luar, orang tua harus ikut andil dalam mengawasi mereka.

7. Berikan Aktivitas Menantang

Kegiatan yang menantang ini tentu untuk anak-anak, bukan seperti orang dewasa yang sangat memicu adrenalin.

Salah satu kegiatan menantang untuk anak-anak yang bisa Anda coba misalnya menyelesaikan puzzle, atau bisa juga membuat sebuah bentuk dari susunan lego.

Dengan memberikan aktivitas menantang tersebut, maka kreativitas dan kemampuan kognitif anak dapat berkembang dengan baik.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Related Post

Leave a Comment