Metode Montessori

Penjelasan Lengkap Metode Montessori

Apakah  Anda pernah mendengar tentang metode montessori?

Sebuah metode yang dikembangkan untuk pendidikan anak usia dini. Metode ini memberikan kebebasan kepada anak untuk melakukan apa yang mereka ingin pelajari.

Jadi, montessori ini memandang bahwa anak itu punya potensi, kecerdasan, dan memiliki perkembangan emosionalnya masing-masing. Lalu, seperti apa sebenarnya metode ini? Simak selengkapnya berikut ini:

Sejarah Metode Montessori

Metode Montessori
freepik.com

Awalnya, tahun 1907, metode montessori dikenalkan oleh seorang dokter dari Italia, Maria Montessori.  Sistem pembelajaran ini sudah ia kembangkan selama bertahun-tahun dan telah melalui serangkaian percobaan dan observasi.

Penelitian yang Maria lakukan bertempat di sebuah sekolah yang ia dirikan, Casa dei Bambini. Sekolah ini didirikan untuk anak-anak kalangan bawah di Roma.

Di sekolah tersebut, daripada menggunakan metode pengajaran tradisional, Maria Montessori justru merancang metode pembelajarannya sendiri.

Kegiatan belajar yang dilakukan didasarkan pada tahap perkembangan anak. Maria mendorong anak-anak untuk memutuskan sendiri apa yang ingin mereka pelajari. Tentu berdasarkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki.

Kemudian, di tahun 1909, Maria Montessori menjelaskan metode yang dia kembangkan dalam sebuah buku berjudul, Il Metodo della Pedagogia Scientifica applicato all’educazione infantile nelle Case dei Bambini.

Buku tersebut ternyata sangat menarik perhatian para pendidik dari seluruh penjuru dunia. Bahkan, sampai 20 tahun setelah itu, sekolah montessori bermunculan di berbagai belahan bumi.

Prinsip Dasar Montessori

metode montessori
freepik.com

Prinsip dasar metode montessori adalah pembelajaran langsung, aktivitas mandiri, dan permainan kolaboratif.

Di sekolah yang menerapkan montessori, anak-anak akan berperan sebagai pembelajar utama. Mereka menentukan apa yang ingin dipelajari. Guru hanya menjadi pembimbing dan fasiilitator saja.

Kalau masalah kurikulum, montessori memiliki materi tertentu yang disesuaikan dengan umur anak. Semua mata pelajaran dalam kurikulum montessori diperkenalkan secara konkret.

Kurikulum tersebut dimaksudkan agar anak-anak dapat memahami konsep konkret sebelum kemudian beralih ke konsep yang lebih abstrak. Beberapa bidang yang fokus dipelajari dalam metode ini seperti practical life, sensori, matematika, bahasa, dan budaya.

 Saat menggunakan metode ini, guru harus bisa menerapkan prinsip dasar dari montessori. Berikut ini yang harus diterapkan pada saat pembelajaran:

1. Kemampuan Anak Harus Dihormati

Setiap anak tentu memiliki kemampuan yang berbeda antar satu anak dengan yang lainnya. Dalam metode montessori, seorang guru harus menghormati kemampuan anak. Termasuk kita harus menghormati potensi, kecerdasan, sampai pada tingkat emosi anak.

Sehingga, meteri pelajaran di dalam metode montessori fokus pada potensi setiap anak. Materi yang disampaikan tentu saja yang akan mendukung perkembangan anak, baik itu kecerdasan, fisik, emosional, dan sosial mereka.

2. Mengetahui Periode Kecerdasan Spons

Seperti yang ada dalam Montessori Academy, enam tahun pertama seorang manusia merupakan momen emas untuk menerapkan metode montessori.

Mengapa seperti itu?

Sebab, pada usia tersebut, otak anak akan bekerja seperti spons. Tentu Anda tahu spons kan? Spons akan mudah menyerap air, begitulah kira-kira otak anak di periode ini, akan mudah menyerap berbagai informasi dari lingkungan sekitar.

Waktu awal ini sangat penting bagi seorang anak untuk membangun pemahaman tentang diri mereka dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pada usia tesebut, penting bagi kita untuk memfasilitasi anak dengan permainan dan kegiatan yang akan melatih otak mereka.

Semoga penjelasan singkat tentang metode montessori ini dapat membuka wawasan tentang salah satu cara pembelajaran anak. Jika Anda ingin mencari tahu lebih lengkap tentang metode ini, simak artikel lainnya ya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Related Post

Leave a Comment